Yamaha Classy HangoutDay Kudus: Bisa Petik dan Racik Kopi Sendiri…

Yamaha Classy HangoutDay...Kudus
Yamaha Classy HangoutDay...Kudus

LajuMotor.com – Wajah berbinar dan dan senyum terus mengembang terpancar dari para peserta Yamaha Classy HangoutDay yang digelar di Kota Kretek Kudus, Selasa (23/12) kemarin. Betapa tidak, untuk pertama kalinya dalam hidup para peserta diajak untuk melihat hamparan kebun kopi di Lereng Gunung Muria Kudus. Tak hanya sampai disitu saja, para peserta juga diajak untuk melihat biji-biji kopi yang siap petik, dan bahkan para peserta diajak untuk memetic buah kopi yang sudah siap panen.

“Biji kopi yang siap panen adalah yang berwarna merah penuh atau rata. Selain itu biji kopi juga lunak saat dipegang,” ujar Suparman, salah satu petani kopi di sela-sela menjelaskan tentang kopi kepada para peserta.

“Jenis kopi yang ditanam di Lereng Gunung Muri aini adalah Robusta, meski ada juga beberapa petani yang menanam jenis Arabica. Namun kebanyakan petani di sini menana jenis Robusta, karena kata mereka kondisi alam atau lingkungannya cocok dengan jenis Robusta. Disamping itu juga karena ketinggian di lereng Gunung Muria sedang sehingga kondisi kelembabannya cukup bagus untuk jenis Robusta,” tambah petani kopi yang sudah menekuni tanaman kopi ini lebih dari 1 dekade.

“Wah kalua saya jujur ini juga baru pertamakalinya bisa memetic biji kopi secara langsug. Selama ini hanya tahu apabila di sekitar sini (Lereng Gunung Muria) ada kebun kopi, namun bisa memetic kopi yang siap panen secara langsung,” tutur Amalia, warga Mejobo Kudus yang ikut touring Classy Yamaha juga untuk pertama kalinya.

Yamaha Classy HangoutDay...Kudus
Yamaha Classy HangoutDay…Kudus

“Namun sayang  biji kopi yang saya petik tiidak bisa  langsung dibuat kopi,” tambah Amalia yang saat touring nenggunakan Filano warna hijau sage.

Pak Parman menjelaskan bahwa biji kopi setelah dipanen memang tidak bisa langsung dibuat kopi, karena ada proses yang harus dilalui selanjutnya. Proses berikutnya setelah biji kopi dipanen adalah pengeringan, dan pengeringan yang terbaik adalah dengan cara dijemur dan mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung.

“Untuk menghasilkan kopi yang terbaik memang tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas biji kopinya saja, tetapi juga dipengaruhi oleh proses pengeringan pasca biji kopi dipanen,” jelas pria paruh baya ini sembari menghela nafas panjang.

Asyiknya touring bareng Classy Yamaha juga dirasakan oleh Daela. Wanita muda karier ini merasa senang bannget bisa joint dalam touring kali ini.

“Wah,exited banget. Makasih banget buat Yamaha udah ngajakin kita touring. Bisa lihat kebun kopi, petik kopi, dan bikin kopi sendiri,” jelas Wanita yang tinggal di daerah Jekulo ini menjelaskan. “Dan touring pakai Filano ini asyik banget. Jalan padat di tengah kota, enteng meliuk-liuk, jalan tanjakan menuju kebun kopi di lereng Gunung Muria terasa enteng,” tambahnya.

“Oh ya lupa, wah makasih banget Yamaha, udah ngajakin kita untuk membuat kopi sendiri, meracik kopi sendiri. Dan kata temen-temen aku, racikan saya katanya nikmat banget. Heheehee, jadi terinspirasi buat usaha kedapai kopi nih,” kata Daela terbahak.

“Kami memang selalu memberikan experience baru kepada konsumen Yamaha. Jadi bagi Yamaha, bukan perkara jualan motor aja, tetapi bagaimana kami juga memberikan pengalaman baru kepada konsumen,” jelas Bill Gunawan, Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalan siaran persnya.  

“Bahkan tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga membuka wacana atau memberikan inspirasi baru kepada konsumen. Misalnya touring kali ini, kami mengajak konsumen untuk melihat dan memetic biji kopi. Setelah itu kami mengajak temen-temen mud aini untuk mencoba meracik kopi sendiri. Nah ini kan pengalaman  baru sekaligus menginspirasi buat mereka. Apabila. Mereka pengen membuka usaha kopi mendapatkan ilmu bagaimana memilih biji kopi yang berkualitas, bagaimana meracik kopi dengan cita rasa yang pas buat konsumen karena mereka juag diajarin oleh para barista professional,” tambah Bill menjelaskan.

Bagikan artikel:

Marshall

Pengamat otomotif roda dua dan roda empat. Selalu berbagai berita otomotif dunia melalui LajuMotor.com.

Related Post

Tinggalkan komentar